Wednesday, February 06, 2008

Kembalilah..Hero! [Bhg 1]

"Allahu Akbar!"

Solat subuh ditunaikannya dengan penuh khusyuk. Sesudah solat, mulutnya terus mengucapkan kalimah pujian. Tangan diangkat tatkala menyerah diri untuk memohon kepadaNya. Kerdilnya diri ini dibandingkan dengan kuasa yang Maha Esa.

Mentari sudah pun menunjukkan rupanya. Sinarnya menyuluh ke muka Hero. Namun hero tetap duduk bersila sambil mendiamkan diri. Mutiara-mutiara halus jatuh dari wajahnya.

"Abang masih sedihkan pemergian dia?" kata Heroin. Dari tadi dia memerhatikan raja hatinya tidak berganjak dari tikar sejadah. Sudah lima hari dilihatnya Hero begini.

"Abang, redhokan saja pemergiannya, Allah lebih sayangkannya,"

Hero menoleh ke arah Heroin. Senyuman Heroin memang manis sekali. Namun hatinya masih dirundung kesedihan. Kesedihan kehilangan sahabat seperjuangan yang sama-sama bangkit tatkala peperangan tidak menunjukkan sinar kemenangan.

Hero mengusap keris Dwitaring, keris tembaga bersepuh emas yang sebati dengan tarian perangnya, "Abang redho, namun begitu Abang rasa Abang tidak dapat lagi berpencak seperti dulu lagi,"

Tari dirasakan sumbang
Gerak dirasakan mati
Bunga tiada rentak
Buahnya tidak terjurus

"Keris Dwitaring ini, direka khas untuk Abang dan dia. Abang selama ini menjadi penyokong dan pelindung tatkala dia menggempur, menjadi mata di ruang butanya. Abang bukannya watak utama, apa lagi untuk menjadi penggempur berseorang. Abang sudah hilang punca."

Heroin melihat saja Hero dengan keris Dwitaring. Sudah lama ia tidak berhunus sejak pemergian mengejut Jihadi.

"Asal keris ini direka satu kemudian si pendeta besi merencanakan agar ia menjadi sepasang. Jadilah Dwitaring itu berpasangan. Maka keris di tangan Jihadi dinamakan Tanda Utama, dan keris Abang dinamakan Tanda Penamat" Hero menerangkan kepada isterinya.

"Sebab bakatnya si Jihadi, dia berupaya melangkah sendiri dan menggempur dengan beraninya, maka padanlah dia memakai keris itu. Dan Abang pula sesuailah dengan keris ini, menjadi penyambung dan penamat amukan Jihadi"

"Sekarang, Abang sudah hilang arah tuju, Abang tidak tahu ke mana patut Abang juangkan semangat yang masih tersisa ini lagi"

bersambung di keluaran akan datang...
Post a Comment

Pages - Menu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...